Luka Doncic dan Victor Wembanyama mengambil langkah serupa untuk membangun kekompakan tim masing-masing menjelang musim NBA 2026-2027. Dua bintang muda NBA tersebut mengajak rekan setimnya menjalani minicamp di negara asal masing-masing selama off season. Dedikasi ini mencerminkan semangat kepemimpinan yang semakin matang di antara generasi baru wajah NBA.
Minicamp Luka Doncic Bersama Lakers
Doncic, yang kini menjadi motor utama Los Angeles Lakers, mengundang seluruh pemain Lakers untuk mengikuti minicamp selama empat hari di Slovenia pada Agustus ini. Slovenia merupakan kampung halaman Doncic, dan ia ingin berbagi suasana serta budaya lokal dengan rekan-rekan setimnya. Selain menjalani latihan intensif, para pemain dijadwalkan bermain golf bersama serta menjelajahi Ljubljana, ibu kota Slovenia yang juga merupakan kota kelahiran Doncic.
Langkah Doncic ini mendapat sorotan karena ia bersedia menanggung biaya penerbangan semua pemain yang berpartisipasi. Dari total 17 pemain Lakers yang saat ini terdaftar, hanya rookie Cameron Carr yang dipastikan absen. Carr harus mengikuti rookie orientation NBA yang menjadi agenda wajib bagi pemain baru. Kehadiran hampir seluruh skuad menunjukkan tingginya antusiasme dan rasa hormat terhadap inisiatif Doncic.
Doncic memang dikenal sebagai pemain yang sangat menikmati kompetisi dan kebersamaan. Sejak muda, ia sudah terbiasa dengan suasana tim yang erat saat bermain di Real Madrid dan kemudian di Dallas Mavericks. Kedatangannya ke Lakers pada pertengahan musim lalu membawa dimensi baru dalam kepemimpinan tim. Kini, dengan menggelar minicamp di Slovenia, Doncic ingin mempercepat ikatan kimia antarpemain sebelum musim kompetisi dimulai.
Pilihan Slovenia sebagai lokasi minicamp juga tidak lepas dari keinginan Doncic memperkenalkan budaya Eropa kepada rekan-rekannya. Ljubljana adalah kota yang indah dengan arsitektur bersejarah dan kuliner khas Slovenia. Kegiatan santai seperti golf dan tur kota diharapkan mampu mencairkan suasana dan membangun hubungan personal antarpemain di luar lapangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemain bintang NBA yang mulai memanfaatkan waktu off season untuk mempererat tim. Minicamp seperti ini dianggap penting karena memberikan kesempatan bagi para pemain untuk berlatih bersama lebih awal, mengenal sistem baru, dan membangun kepercayaan. Doncic, yang sempat mengalami pasang surut dalam kariernya, memahami betul arti pentingnya dukungan tim.
Sejak bergabung dengan Lakers, Doncic menunjukkan performa impresif. Ia menjadi salah satu kandidat kuat MVP musim reguler. Namun, Doncic juga sadar bahwa kesuksesan di NBA tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata. Dibutuhkan kerja sama tim yang solid dan pemahaman antar pemain yang mendalam. Karena itulah, ia rela meluangkan waktu dan tenaga untuk memastikan semua pemain berada dalam satu visi yang sama.
Minicamp di Slovenia ini juga menjadi ajang bagi pelatih baru Lakers untuk lebih mengenal karakter para pemainnya. Meski belum banyak keterangan tentang agenda latihan, kabar menyebutkan bahwa tim akan fokus pada penyempurnaan strategi ofensif dan defensif serta meningkatkan komunikasi di lapangan. Para pemain juga diharapkan kembali dalam kondisi fisik yang prima setelah libur musim panas.
Keputusan Doncic menanggung biaya transportasi merupakan bentuk kemurahan hati yang jarang dilakukan pemain NBA. Biasanya, pemain bintang mungkin memfasilitasi sebagian kebutuhan, tetapi tidak semuanya. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Doncic membangun budaya tim yang positif. Ia ingin setiap pemain merasa dihargai dan termotivasi.
Sementara itu, ketidakhadiran Cameron Carr tidak dianggap sebagai masalah besar. Rookie orientation NBA adalah program wajib bagi semua pemain baru untuk memahami aturan liga, budaya, dan tanggung jawab profesional. Carr dijadwalkan menyusul tim setelah program tersebut selesai.
Wembanyama dan Minicamp Spurs di Nanterre
Di sisi lain, Victor Wembanyama melakukan hal serupa untuk San Antonio Spurs. Wembanyama menggelar latihan di Nanterre, sebuah kota dekat Paris, Prancis, pada pekan ini. Nanterre memiliki makna khusus bagi Wembanyama karena ia sempat membela tim lokal Nanterre 92 sebelum masuk NBA.
Menurut laporan media Prancis, minicamp Spurs diikuti oleh delapan pemain. Beberapa nama penting yang hadir antara lain De’Aaron Fox, Harrison Barnes, Dylan Harper, Stephon Castle, dan Tobias Harris. Kehadiran para pemain kunci ini menunjukkan bahwa mereka antusias dengan inisiatif Wembanyama.
Fox, yang bergabung dengan Spurs pada musim lalu, menjadi salah satu pemain senior yang diharapkan menjadi mentor bagi pemain muda. Barnes dan Harris juga membawa pengalaman panjang di NBA. Sementara Castle dan Harper adalah pemain muda yang sedang naik daun. Kombinasi ini diharapkan menciptakan sinergi yang kuat di musim mendatang.
Wembanyama sendiri baru menjalani dua musim di NBA, namun ia sudah menunjukkan pengaruh besar, baik di dalam maupun luar lapangan. Sebagai center yang memiliki kemampuan tembakan luar biasa, Wembanyama menjelma menjadi ancaman ganda bagi lawan. Ia juga dikenal sebagai pemain yang rendah hati dan memiliki etos kerja tinggi.
Keputusan Wembanyama untuk menggelar minicamp di Prancis mendapat apresiasi dari CEO Spurs, R.C. Buford. Buford menyatakan bahwa minicamp ini adalah bukti nyata sifat kepemimpinan Wembanyama. “Mereka ingin berkembang. Ketika Victor menelepon timnya dan berkata, ‘Ayo datang ke sini dan habiskan seminggu bersamaku,’ itu menunjukkan sifat kepemimpinan,” ujar Buford dalam wawancara yang disiarkan secara daring.
Buford, yang sudah lama berkecimpung di dunia NBA, tahu betul pentingnya kepemimpinan pemain dalam membangun budaya tim yang sukses. Spurs selama ini dikenal dengan kultur pengembangan pemain yang kuat, yang dimulai dari era Tim Duncan, Manu Ginobili, dan Tony Parker. Wembanyama tampaknya mengikuti jejak para pendahulunya dengan mengambil peran aktif dalam membangun kekompakan tim.
Minicamp di Nanterre tidak hanya berfokus pada latihan fisik dan taktik. Wembanyama juga ingin memperkenalkan budaya Prancis kepada rekan-rekannya. Nanterre dan Paris menawarkan banyak hal, mulai dari kuliner hingga destinasi wisata. Para pemain dijadwalkan mengunjungi beberapa tempat ikonik dan menikmati suasana
Source: www.jawapos.com News